Bicara tentang pasangan atau memilih pasangan, inilah sudut pandang/ prespektif gue tentang memilih pasangan
Dengan dijelaskan ileh seorang pria berpenghasilan diatas 5 miliar seperti ini: “kecantikan” dan “uang”. Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar.
Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas.
Penghasilan saya akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya.
Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi. Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial.
Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.
Dari pernyataan diatas gue nyimpulim bahwa sbenarnya orang mencati pasangan hidup yang benar-benar worth it (bernilai) dan sebanding.
Sudut pandang gw bgini, ketika gue smp gw hanya berfikir yg penting dapat pacar yg cute, setelah lebih dewasa gw berfikir gw pngen cw cantik dan eksis, setelah kuliah gw pngen punya cwe yg cantik dan pintar dan kaya, semakin dewasa semakin kompleks, dan intinya semua itu harus sesuai pandangan dan kemampuan.
misalkan gw berfikir punya potensi untuk sukses dan gue berasal dari keluarga pedagang yg menengah dan berpendidikan, dan lingkungan gue pun menggiring untuk membuat pikiran gue untuk ingin punya pasangan yg setidaknya dikalangan menengah berpendidikan, sehingga menurut gue itu tidak muluk2. Disaat kalanya mungkin gue berpacaran dengn wanita cantik tidak berpendidikan dan kalangan biasa saja mungkin itu hanya sekedar pelipur lara atay tidak serius.
Sebenarnya wanita pun bisa menyimpulkan ditarap mana dia harus galau atau tidak karena sesungguhnya pada sebuah keputusan pria memutuskan wanita itu sudah berada pda keputusan yg benar menurutnya sehingga harus lah wanita bersadar dan jgan mudah terbawa Baper